MUNA BARAT – Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus mematangkan strategi untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan daerah. Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Program Ketahanan Pangan Kabupaten Muna Barat yang dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. 

Dalam koordinasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna Barat, La Samaruddin tampil mempresentasikan sejumlah materi program strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat sektor pangan dari lini peternakan. 

Sinergi Program Peternakan dan Ketahanan Pangan

Di hadapan Bupati dan seluruh kepala OPD yang hadir, Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan memaparkan bahwa sektor peternakan memiliki andil besar dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan protein hewani yang terjangkau dan berkelanjutan.

Beberapa poin penting dan program kerja yang dipresentasikan meliputi:

  • Peningkatan Populasi dan Produktivitas Ternak: Optimalisasi program inseminasi buatan (kawin suntik) untuk meningkatkan populasi sapi lokal secara cepat dan berkualitas.
  • Penguatan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit: Pengetatan pengawasan lalu lintas ternak serta pemberian vaksinasi berkala guna memastikan hewan ternak di Muna Barat bebas dari penyakit menular yang dapat mengancam stok pangan.

"Sektor peternakan bukan hanya soal memelihara hewan, tetapi merupakan pilar penting dalam menjaga kedaulatan pangan kita di Muna Barat. Jika kesehatan hewan terjaga dan populasi meningkat, pasokan daging dan telur untuk masyarakat akan aman, sekaligus menggerakkan ekonomi berkelanjutan bagi warga," ujar Plt Kadis Peternakan dalam presentasinya. 

Komitmen Bupati Muna Barat La Ode Darwin

Saat membuka kegiatan, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, meminta adanya koordinasi yang kuat lintas sektor antara Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan dinas terkait lainnya agar program ketahanan pangan ini berjalan beriringan dari hulu ke hilir. 

Kegiatan evaluasi dan koordinasi ini diharapkan dapat melahirkan peta jalan (roadmap) yang jelas dalam mengatasi berbagai tantangan pangan ke depan, sekaligus memantapkan posisi Kabupaten Muna Barat sebagai salah satu daerah yang mandiri pangan di Sulawesi Tenggara.